
Bakal Calon presiden (Bacapres) dari Koalisi Perubahan Anis Baswedan mengunjungi Kabupaten Aceh Utara untuk bersilaturahmi dengan warga setempat, Rabu (1/11/2023).
Acara silaturahmi dan zikir bersama masyarakat tersebut di gelar di Lapangan Bumi Gas Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara. Acara tersebut dihadiri ribuan masyarakat dari berbagai kalangan.
Kegiatan silaturahmi Anies Baswedan didampingi para pengurus Koalisi Perubahan yakni Partai NasDem, PKB dan PKS. Serta sejumlah pengurus partai lokal pendukung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) yakni PKS Aceh dan Partai SIRA.
Anies didampingi istrinya Fery Farhati tiba di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara pagi tadi sekitar pukul 08.30 WIB, Rabu (1/11/2023). Anies tampak mengenakan baju koko lengan panjang berwarna putih, celana hitam, dan peci berwarna biru.
Kedatangan Anies disambut ribuan masyarakat Aceh Utara dan sekitarnya. Mereka ramai yang mengajak Bacapres yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) untuk berfoto.
Kehadiran Anies kali ini turut didampingi Wakil Ketua DPP Partai NasDem Ahmad Ali, Ketua DPW NasDem Provinsi Aceh Teuku Taufiqul Hadi, caleg NasDem Dapil 2 Aceh Abdullah Puteh serta jajaran DPD Nasdem Aceh Utara, Ketua DPW PKS Aceh Makhyaruddin Yusuf serta Anggota DPR RI Fraksi PKB asal Aceh Ruslan Daud.
Dari bandara, Anies menuju lokasi silaturahmi, zikir dan salawat dengan masyarakat di Lapangan Bumi Gas di Tanah Luas, Aceh Utara.
Selain di Aceh Utara, Anies juga akan bertemu milenial yang digelar di salah satu cafe di Kota Lhokseumawe. Pertemuan digelar Rabi siang nanti.
Saat bersilaturahmi dengan masyarakat Aceh Utara, Anies menyinggung peran Tanah Rencong dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia hingga dijuluki daerah modal.
“Saya datang ke sini untuk menyapa kembali masyarakat Aceh, untuk kembali menyampaikan bahwa kami berkomitmen untuk menghadirkan keadilan kesetaraan termasuk dan khususnya untuk masyarakat Aceh negeri yang kaya raya dengan kekayaan alam tapi merasakan ketimpangan dalam kesejahteraan,” kata Anies Baswedan.
Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki kontribusi besar terhadap Republik Indonesia. Dia menyebutkan, peran Aceh dari sebelum hingga sesudah Indonesia merdeka.
“Ketika Indonesia merdeka Aceh menjadi negeri modal, tanah modal bagi Indonesia,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Anies menyebutkan, dirinya akan memprioritaskan percepatan pembangunan di Aceh. Dia melihat pembangunan di Tanah Rencong masih berjalan lambat.
“Justru di sini kita merasakan ada banyak pembangunan yang tidak berjalan dengan cepat, pembangunan yang tidak dirasakan oleh semua. Jadi kami berprioritas untuk mempercepat pembangunan di Aceh,” lanjut Anies.
Selain itu, Anies juga berbicara masalah implementasi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) yang belum sepenuhnya berjalan. Dia juga menyinggung perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh. “Kami mengusahakan yang terbaik untuk Aceh,” kata Anies. (Ab-21)