Subulussalam|SBN.com. Memasuki hari ke 7 pencarian korban tanah longsor di dusun papetah desa lae ikan kecamatan penanggalan kota subulussalam terus di lakukan. Jumat, (03/11/2023)
Tim SAR Brimob kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Aceh Bersama Personel Kodim 0118/Subulussalam, Personel Polres Subulussalam, Dan Komunitas Arum Jeram Kota Subulussalam kembali melanjutkan pencarian korban tanah longsong.
Pencarian di bagi menjadi 2 titik, titik pertama pencarian di mulai dari air terjun gedabuhan dengan menggunakan perahu karet, dan di lanjutkan dengan melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai lae kombih sampai dengan di posko lae kombih, dan di lanjutkan dengan menyisiri sungai sampen ke desa rundeng.
Komandan Kompi 2 Batalyon C Pelopor AKP Jaya Putra, S.H Mengatakan Tim SAR gabungan rutin melakukan pencarian korban dari titik pertama yaitu air terjun gedabuhan sampai dengan aliran sungai napak silak desa penanggalan barat kecamatan penanggalan kota subulussalam, dan ini kita terus lakukan pencarian sampai dengan hari ini yang memasuki hari ke 7 pencarian. Diperkirakan korban terjatuh ke dalam sungai pada saat longsor susulan terjadi.
Sebagaimana di ketahui bencana tanah longsor susulan di kawasan desa lae ikan terjadi pada jumat 27 Oktober 2023 lalu menyebabkan tiga orang hilang, 2 selamat, adapun korban yang hilang Kurniadi (38) merupakan personel bhabinkamtibmas desa penanggalan barat polsek penanggalan polres subulussalam, Ibrahim pangabean (42) supir, dan edi sukmawan profesi sebagi wartawan (25)
Sampai saat ini memasuki hari ke 7 pencarian belum ada tanda-tanda korban di termukan. Tapi kita berharap semoga korban segara dapat di temukan, kita akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencari ke tiga korban yang hilang.
Kami menghentikan pencarian karena waktu sudah mulai gelap dan cuaca yang tidak mendukung, dan kita melanjutkan dengan memantau di posko sikelang.