Aceh Singkil | SBN, News.com ~ Wakil Bupati Aceh Singkil, H.Hamzah Sulaiman SH., menerima kunjungan resmi Tim Ahli Cagar Budaya di ruang kerjanya pada Selasa (18/3/2025). Kunjungan ini menandai langkah strategis dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah, yang melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Turut mendampingi Wakil Bupati, Kabid Kebudayaan Disdikbud Aceh Singkil, Putri Zuliana. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda penting dalam mempersiapkan Aceh Singkil memiliki situs cagar budaya yang terdata secara profesional dan diakui secara legal.
Tim Mulai Pendataan Intensif
Pemerintah Aceh Singkil sebelumnya telah menetapkan beberapa lokasi berpotensi menjadi cagar budaya. Namun, pendataan lebih mendalam diperlukan agar legalitas dan keabsahan cagar budaya tersebut diakui, baik di level provinsi, nasional, maupun internasional.
“Bapak Bupati dan Wakil Bupati mendukung penuh kegiatan ini. Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Aceh Singkil sangat berharap hasil pendataan ini akan menjadi langkah besar dalam menjaga warisan budaya,” ujar Wakil Bupati Hamzah Sulaiman.
Pakar Berbagai Bidang Turun Langsung
Tim ahli cagar budaya ini terdiri dari delapan pakar, di antaranya Jovial Pally Taran, seorang peneliti keramik dan artefak sejarah, serta Muhajir, dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Islam Maulaboh. Mereka akan melakukan survei intensif hingga beberapa hari ke depan, mencakup bangunan bersejarah, struktur, kawasan, dan situs historis di daerah Singkil lama.
“Dengan dukungan penuh dari pemerintah kabupaten, termasuk Kapolres, tim kami siap mengidentifikasi dan mendata potensi cagar budaya baik berupa bangunan, artefak bersejarah, maupun kawasan lama yang kaya nilai sejarah,” ungkap Jovial Pally Taran.
Senada dengan Jovial, Muhajir menambahkan bahwa keberadaan situs cagar budaya tidak hanya penting dalam pelestarian sejarah, tetapi juga memberi kontribusi besar dalam konteks pembangunan berkelanjutan sebuah daerah.
“Langkah ini adalah kerja besar untuk masa depan Aceh Singkil. Kita harapkan daerah ini bisa memiliki situs cagar budaya yang diakui di tingkat nasional, bahkan internasional,” kata Muhajir optimis.
Aceh Singkil Menuju Daerah Wisata Sejarah
Dengan program pendataan ini, Aceh Singkil berpotensi menjadi magnet baru bagi para peneliti sejarah dan wisatawan yang tertarik dengan kekayaan budaya. Kegiatan tim ahli diharapkan dapat segera mencapai hasil konkret, yang tidak hanya akan melindungi situs budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata berbasis sejarah.
Pemerintah Aceh Singkil pun mengajak semua elemen masyarakat untuk turut mendukung upaya ini, demi menjaga dan mempromosikan kekayaan sejarah yang dimiliki daerah tersebut.
Laporan: Khalikul Sakda